Selasa, 29 Maret 2016
Allah Takkan Bosan Mengampuni
SUDAH TAUBAT MAKSIAT LAGI, APA MASIH DIAMPUNI?
Oleh Faridp
Ikhwah, walaupun kita berdosa bertaubat berdosa lagi bertaubat lagi dan terus menerus pasti Allah ampuni. Karena manusia tak luput dari dosa, pasti manusia itu berdosa.
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imran:135)
Yg di maksud tidak meneruskan perbuatan keji adalah sebagai sayarat diterimannya taubat, apabila pun ia berdosa lagi maka itu bukan kuasanya.
Dari Abu Ayyub Khalid bin Zaid radhiyallahu anhu ia berkata, 'Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallambersabda, 'Jika kalian semua tanpa dosa pasti Allah menciptakan makhluk manusia yang lain yang berdosa lalu mereka memohon ampun kepadaNya dan Dia mengampuni mereka'". (HR. Muslim).
ini jelas bahwa manusia pasti berdosa,
Dalam hadits Abu Bakar secara marfu' dikatakan:
"Tidak ada orang yang dianggap terus melakukan dosa jika ia langsung beristighfar dan meminta taubat, meskipun dalam satu hari ia dapat mengulang (dosa itu) sampai tujuh puluh kali " [Dalam Fathul Bari: Hadits dikeluarkan oleh Abu Daud dan Tirmizi juga].
Kita diberi kesempatan berkali kali untuk taubat, dan Allah pasti menerima taubat kita, krn inilah Allah yg maha pengampun dan penyayang, Dia maha tahu bahwa manusia memiliki nafsu.
Karena telah diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu bahwa seorang pria datang menghadap kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu terjadilah dialog dengan beliau sebagai berikut,
'Wahai Rasulullah,salah seorang dari kami melakukan dosa'. Maka beliau bersabda, 'Ditulis dosa baginya'. Ia berkata, 'Lalu ia beristighfar dan bertaubat dari dosanya'. Beliau bersabda, 'Dia diampuni dan taubatnya diterima'. Ia berkata, 'Ia kembali berdosa lagi'. Beliau bersabda, 'Ditulis dosa baginya'. Ia berkata, 'Lalu ia beristighfar dan bertaubat dari dosanya'. Beliau bersabda, 'Dia diampuni dan taubatnya diterima'. Ia berkata, 'Ia kembali berdosa lagi'. Beliau bersabda, 'Ditulis dosa baginya dan Allah tidak akan bosan hingga kalian bosan”. (Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan ia berkata, "Ini adalah hadits shahih menurut persyaratan Al-Bukhari namun keduanya tidak mentakhrijnya, namun disepakati oleh Adz-Dzahabi. Juga ditakhrij oleh Ath-Thabrani di dalam kitab Al-Kabir sebagaimana dalam kitab Al-Mujamma'. Ia berkata, "Isnadnya hasan")
NAMUN, SEGERALAH BERTAUBAT SEBELUM MATI
jangan terbuai dgn dalio di atas, seakan akan kita telah aman dr azab dan siksa neraka, bisa jadi saat kita melakukan maksiat belum sempat bertaubat eh malah dicabut nyawanya,,, rugi donk... Krn Allah berfirman dalam ayat sebelumnya,
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.(QS. Ali Imran: 133)
Segeralah bertaubat, semoga Allah memberikan saya dan kalian semua kesempatan untuk bertaubat setelah melakukan maksiat yg kita tdk sengaja maupun sengaja, yg kecil maupun besar, serta yg tersembunyi maupun akan terang terangan.
SALING MENGINGATKAN
apabila kita menemui saudara kita berbuat salah maka hendaknya kita berhuznuzhan, jangan langsung vonis bahwa dia bermaksiat, nasehatilah ia dengan baik tanya dulu apa yg menyebabkan dia berbuat itu. Ini adalah bagian dr konsep amar ma'ruf mahi munkar, bahwa seseorang da'i tdk boleh langsung vonis dan harus bertahap dalam.dakwahnya.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda,
"Seorang pezina tidak berzina selama dia masih beriman, dan seorang pencuri tidak mencuri selama dia masih dalam keadaan beriman. " (Mut- tafaqun ‘Alaih)
Dari Humaid ath Thawil, dari Abu Qilabah diriwayatkan bahwa ia berkata,
ِذّا بَلَغَكَ عَنْ أَخِيْكَ شَيْءٌ تَكْرَهُهُ فَالْتَمِسْ لَهُ الْعُذْرَ جهْدَكَ، فَإِنْ لَمْ تَجِدْ لَهُ عُذْرًا فَقُلْ فِيْ نَفْسِكَ: لَعَلَّ لأَخِيْ عُذْرًا لاَ أَعْلَمُهُ
“Apabila ada kabar yg tidak mengenakkan dari saudaramu sesama muslim, carilah hal yg dapat memaafkannya sebisa kamu, kalau kau tidak dapati alasan yang tepat, katakan kepada dirimu sendiri, ‘Mungkin saudaraku ini memiliki alasan (udzur) yg tidak aku ketahui.” (Shifatush Shafwah, 1/754. Di nukil dari kitab Aina nahnu min akhlaqis salaf).
Ibnu Mazin berkata:
الْمُؤْمِنُ يَطْلُبُ ْمَعَاذِيْرَ إِخْوَانِهِ وَالْمُنَافِقُ يَطْلُبُ الْعَثَرَاتِ
“Seorang mukmin mencari udzur bagi saudara-saudaranya, sedangkan orang munafik mencari-cari kesalahan saudara-saudaranya.”
Hamdun Al-Qashshar berkata:
إِذَا زَلَّ أَخٌ مِنْ أِخْوَانِكَ فَاطْلُبْ تِسْعِيْنَ عُذْرًا، فَإِنْ لَمْ يَقْبَلْ ذّلِكَ فَأَنْتَ الْمَعِيْبُ
“Jika salah seorang dari saudaramu melakukan kesalahan, maka carilah sembilan puluh udzur untuknya, dan jika saudaramu itu tidak bisa menerima (mendapatkan) satu udzur pun (jika engkau tidak menemukan udzur baginya) maka engkaulah yang tercela.”
(Adabul ‘Isyrah, hal 19).
Sahih al-Bukhori:2264
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ, هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا, فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا؟ قَالَ: تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ.
Dari Anas radhiyallahu'anhu., dia berkata: Rasulullah shallallaahu'alaihiwasallam bersabda:
Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, jelas kami faham menolong orang yang dizalimi, tapi bagaimana kami harus menolong orang yang berbuat zalim? Beliau bersabda: Pegang tangannya (hentikan ia agar tidak berbuat zalim).
Pesan :
1. Kewajiban seorang muslim untuk menolong saudaranya yang muslim saat ia dizalimi.
2. Kewajiban seorang muslim untuk menolong saudaranya yang muslim saat ia zalim, yaitu dengan menghentikannya agar tidak berbuat zalim.
3. Anjuran untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak diam saja ketika melihat adanya kezaliman.
Maka, demikianlah seharusnya kita, apabila berdosa maka segeralah bertaubat, dan apabila saudara kita yg melakukan dosa maka jgn segera menuduhnya tapi tanyalah dan nasehatilah agar dakwah islam kita sampai padanya, semoga kita termasuk org2 yg diampuni Allah subhanahu wa ta'ala
"Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, yang sekecil-kecilnya dan yang sebesar-besarnya, yang pertama dan yang terakhir, yang terang-terangan dan yang tersembunyi. "(Muslim dan Abu 'Uwanah).
Baca:
Rambu-Rambu Dakwah, karya Dr Hamud bin Ahmad Ar-Ruhail
https://gizanherbal.wordpress.com/2011/11/13/manhaj-husnuzhan/https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=1125201827510115&id=100000609255807&refid=17&_ft_=top_level_post_id.1125201827510115%3Atl_objid.1125201827510115%3Athid.100000609255807%3A306061129499414%3A2%3A1451635200%3A1483257599%3A-5908799956356883203&__tn__=%2As
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar